Hari Bumi 2019

“Our goal is not just an environment of clean air and water and scenic beauty. The objective is an environment of decency, quality, and mutual respect for all other human beings and all other living creatures." - Gaylord Nelson

Setiap tahunnya, tanggal 22 April diperingati sebagai Hari Bumi. Hari Bumi pertama kali diperingati pada tahun 1970. Penggagasnya adalah Gaylord Nelson, senator Amerika Serikat dari negara bagian Wisconsin, yang juga merupakan pengajar lingkungan hidup. Peringatan Hari Bumi berfokus kepada pengangkatan isu global tentang lingkungan hidup yang sering dilupakan oleh banyak orang. Bukan sekedar kegiatan seremonial saja, tetapi lebih mendalam untuk terus menjadi tonggak kesadaran bagi masyarakat untuk terus mencintai lingkungannya.

Pada peringatan Hari Bumi tahun 2019 ini, tema yang diangkat adalah “Lindungi Spesies Kita“ (Protect Our Species). Menurut Earth Day Network (EDN), tema tersebut dipilih untuk menyoroti fakta bahwa aktivitas manusia di dunia kita saat ini mempengaruhi kepunahan spesies beberapa hewan maupun tumbuhan.

Salah satu penyebab utama dari kerusakan secara global dan cepatnya penurunan populasi tumbuhan serta satwa liar yang saat ini terjadi adalah karena aktivitas manusia, seperti: perubahan iklim, deforestrasi, hilangnya habitat, perburuan dan perdagangan illegal satwa maupun tumbuhan yang dilindungi, unsustainable agriculture, polusi, dan masih banyak lagi.

Mari jadikan peringatan Hari Bumi ini sebagai momentum untuk lebih peduli lagi terhadap lingkungan tempat tinggal kita, termasuk berbagai elemen di dalamnya, yaitu hewan serta tumbuhan.